TriasPolitica.net : Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan ini terjadi tak lama setelah muncul kabar mengejutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) diberhentikan oleh partainya sendiri, PDIP.
Kabar ini memicu beragam respons dari berbagai kalangan, termasuk dari loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah. Melalui unggahan di akun X miliknya, Geisz menyinggung pernyataan Menteri Investasi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya sempat mengingatkan untuk tidak bermain-main dengan sosok yang disebutnya sebagai “Raja Jawa”.
"Jokowi dipecat PDIP, Sekjen PDI tersangka. Kata Bahlil jangan main-main dengan.....," tulis Geisz, Selasa (24/12/2024).
Pernyataan Geisz ini sontak menambah panas situasi politik yang belakangan semakin memanas. Ia mengaitkan kondisi internal PDIP dengan pernyataan Bahlil yang sebelumnya telah menuai perhatian publik.
Konteks Pernyataan Bahlil
Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan pesan yang menjadi sorotan terkait pentingnya memahami dinamika politik dan budaya Jawa. Dalam pidatonya, ia mengingatkan agar tidak meremehkan kekuatan figur tertentu yang memiliki pengaruh besar di wilayah tersebut, yang ia istilahkan sebagai “Raja Jawa.”
Pernyataan ini kini kembali relevan di tengah dinamika politik terbaru, terutama dengan gejolak yang terjadi antara Jokowi dengan PDIP. (DLH/CGT)