Internasional

Breaking News! Israel Tangkap 100 Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 2 Jurnalis Republika

TriasPolitica.net

18 May 2026 22:43 • 1,049 view

Breaking News! Israel Tangkap 100 Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 2 Jurnalis Republika
Foto: Militer Israel dilaporkan menangkap sekitar 100 aktivis Global Sumud Flotilla

Militer Israel dilaporkan menangkap sekitar 100 aktivis kemanusiaan setelah mencegat armada bantuan Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Jalur Gaza di perairan internasional, Senin (18/5/2026). Dalam operasi tersebut, dua jurnalis dari Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, disebut ikut berada di atas kapal armada dan dilaporkan turut ditahan.


Sebelum komunikasi terputus, Bambang Noroyono sempat mengirimkan video SOS kepada publik. Dalam rekaman tersebut, ia meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskannya dari penahanan militer Israel.

ADVERTISEMENT


“Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel,” ujar Bambang dalam video yang dikirim dari kapal pada Senin pagi waktu Turki.


Video tersebut merupakan bagian dari protokol darurat peserta Global Sumud Flotilla yang hanya dipublikasikan apabila kapal dicegat dan peserta berpotensi ditangkap oleh militer Israel.


Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan kapal-kapal perang Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada kemanusiaan tersebut saat berada di lepas pantai Siprus. Dalam pernyataannya, panitia menyebut pasukan Israel telah menaiki salah satu kapal pada siang hari.


“Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong,” demikian pernyataan resmi Global Sumud Flotilla melalui media sosial.


Media Israel melaporkan para aktivis yang ditangkap akan dibawa menuju Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar di Israel, setelah operasi selesai dilakukan. Sedikitnya empat kapal perang Israel disebut terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh armada untuk mematikan mesin.


Salah seorang aktivis di atas kapal menyatakan armada tetap bertekad melanjutkan misi kemanusiaan menuju Gaza meski menghadapi ancaman intersepsi militer. Namun hingga kini, operasi pengambilalihan kapal-kapal bantuan disebut masih berlangsung dan diperkirakan berlanjut hingga esok hari.


Panitia flotilla sebelumnya telah mengaktifkan protokol intersepsi menyusul adanya pergerakan kapal-kapal mencurigakan di sekitar armada. Informasi tersebut disampaikan kepada keluarga peserta dan relawan pada Senin pagi waktu setempat.


“Telah terjadi aktivitas kapal-kapal dan protokol intersepsi telah diaktifkan. Kami akan memberi pembaruan segera setelah informasi terkonfirmasi,” demikian keterangan panitia.


Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) sebelumnya mengirimkan sembilan relawan dan wartawan untuk bergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2026. Mereka menjadi bagian dari sekitar 500 aktivis kemanusiaan dari lebih 30 negara yang berupaya menembus blokade Gaza melalui jalur laut.


Armada tersebut terdiri dari 54 kapal yang bertolak dari Pelabuhan Marmaris, Turki, pada Kamis (14/5/2026). Steering Committee Global Sumud Flotilla, Maimon Herawati, mengatakan jumlah kapal direncanakan bertambah menjadi sekitar 60 unit setelah bergabungnya kapal dari Freedom Flotilla Coalition.


“Insya Allah masih ada enam kapal dari teman-teman Freedom Flotilla Coalition yang juga ikut bergabung dalam kelanjutan misi ini. Jadi sekitar 60-an kapal yang berlayar untuk menembus blokade ilegal di Gaza,” kata Maimon di Marmaris, Turki.


Selain Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, sejumlah peserta asal Indonesia lainnya yang turut dalam misi tersebut antara lain Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo.


Armada Global Sumud membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang selama bertahun-tahun berada di bawah blokade Israel. Blokade terhadap Gaza telah diberlakukan sejak 2007 dan terus menjadi sorotan internasional di tengah konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!