Ankara : Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir setelah kedua pihak kembali saling melancarkan serangan. Meski demikian, Trump masih membuka kemungkinan proses diplomasi dilanjutkan oleh tim perunding Washington.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Rabu, Trump mengatakan dirinya tidak lagi ingin berurusan dengan Iran dan menilai pembicaraan dengan Teheran tidak lagi produktif.
ADVERTISEMENT
"Saya pikir semuanya sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi," kata Trump seperti dilansir dari Al Arabiya, Rabu (8/7/2026).
Trump melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Iran dengan menyebut para pemimpinnya sebagai pihak yang berbahaya dan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
Ia juga menuduh Teheran berulang kali mengingkari kesepakatan yang telah dicapai dalam gencatan senjata yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni lalu. Menurut Trump, Iran tidak menunjukkan itikad baik dalam proses negosiasi dan justru memberikan pernyataan yang bertentangan kepada media.
Meski menyatakan pesimistis terhadap peluang diplomasi, Trump mengatakan utusan khusus Steve Witkoff bersama Jared Kushner masih dapat melanjutkan komunikasi dengan pihak Iran apabila dipandang perlu.
"Kalau mereka ingin terus berbicara, silakan saja. Namun menurut saya itu hanya membuang waktu," ujarnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Militer Amerika Serikat kemudian mengumumkan telah menggempur lebih dari 80 target, termasuk kapal cepat milik Iran, sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Meningkatnya ketegangan tersebut turut memicu lonjakan harga minyak dunia sekitar lima persen setelah pernyataan Trump disampaikan.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan dukungannya terhadap langkah militer Amerika Serikat. Menurut Rutte, serangan yang dilakukan Washington merupakan respons yang diperlukan terhadap situasi yang berkembang.
Namun demikian, Trump kembali menyampaikan kekecewaannya terhadap negara-negara anggota NATO yang dinilainya tidak memberikan dukungan langsung kepada Amerika Serikat dalam menghadapi Iran.
Trump mengaku telah berbicara dengan para pemimpin Inggris, Jerman, dan Prancis, tetapi ketiga negara tersebut memilih tidak terlibat dalam operasi militer dan hanya bersedia memberikan bantuan setelah konflik berakhir.
Sumber : Al Arabiya | Weblink : https://english.alarabiya.net/News/middle-east/2026/07/08/trump-says-interim-accord-with-iran-to-end-war-is-over-