Nasional

Listyo Sigit Dilantik Jadi Kepala KSP usai Dicopot dari Kapolri

TriasPolitica.net

02 October 2026 05:32 • 53 view

Listyo Sigit Dilantik Jadi Kepala KSP usai Dicopot dari Kapolri
Foto: Listyo Sigit Prabowo. Doc: YouTube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Sementara itu, jabatan Kapolri kini diemban oleh Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.


Pelantikan keduanya berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026). Pergantian tersebut menjadi bagian dari perubahan susunan pejabat di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT


Listyo Sigit sebelumnya menjabat sebagai Kapolri sejak November 2021 setelah dilantik oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Kini, ia mendapatkan penugasan baru sebagai Kepala KSP dan tetap berada dalam lingkaran pemerintahan.


Pergantian jabatan tersebut turut mendapat perhatian dari pengamat politik Selamat Ginting. Ia menilai Presiden Prabowo mengambil langkah yang sangat hati-hati dan kompromistis terhadap pemerintahan sebelumnya, terutama dalam menjaga stabilitas nasional.


Menurut Selamat, penempatan Listyo Sigit sebagai Kepala KSP menunjukkan bahwa Prabowo tidak ingin mengambil langkah politik yang berisiko dengan langsung menyingkirkan figur-figur yang dinilai memiliki kedekatan dengan pemerintahan Jokowi atau dikenal sebagai Poros Solo.


"Jadi memang ada hubungan kemitraan yang terlalu kompromistis juga yang dilakukan Presiden Prabowo terhadap pemerintahan yang lama era Pak Jokowi sehingga secara kelembagaan dia juga melakukan langkah yang hati-hati," ujar Selamat dalam program Kompas Petang, Kamis, sebagaimana dikutip dari siaran YouTube Kompas TV.


Ia menambahkan, Prabowo dinilai tidak ingin begitu saja melepaskan orang-orang yang dianggap masih memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan sebelumnya.


"Termasuk tidak berani 'membuang begitu saja' orang-orang yang dianggap masih bagian dari orang dekat atau trah Poros Solo. Jadi hati-hati sekali," katanya.


Selamat juga menilai bahwa penempatan Listyo Sigit ke dalam lingkaran kabinet merupakan langkah politik untuk menjaga hubungan dengan pemerintahan sebelumnya.


"Sehingga Presiden Prabowo menurut saya 'mencari aman' secara politik dengan langkah-langkah yang kompromistis, sehingga menempatkan Listyo Sigit ke dalam lingkaran kabinet sebagai KSP," paparnya.


Lebih lanjut, Selamat berpandangan bahwa perubahan di tubuh pemerintahan Prabowo berlangsung secara bertahap dan melalui perhitungan yang matang. Menurutnya, pergantian sejumlah pejabat dilakukan dengan mempertimbangkan stabilitas politik dan keamanan nasional.


Selain Listyo Sigit, perubahan juga terjadi pada posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Jabatan yang sebelumnya diemban Pratikno kini diisi oleh Sugiono.


Pratikno sendiri merupakan salah satu pejabat yang memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan Jokowi. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) selama dua periode kepemimpinan Jokowi, yakni 2014–2024.


Rangkaian pergantian tersebut memperlihatkan adanya penyesuaian komposisi pejabat dalam pemerintahan Prabowo. Namun, sebagaimana penilaian Selamat Ginting, proses perubahan itu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesinambungan hubungan kelembagaan dan stabilitas nasional.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!