PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengimbau masyarakat pengguna BBM subsidi untuk rutin melakukan reset QR Code Subsidi Tepat. Langkah ini diambil guna mencegah penyalahgunaan kuota BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa reset barcode secara berkala diperlukan untuk meningkatkan keamanan data pengguna. Menurutnya, hal ini menjadi penting menyusul keluhan masyarakat yang mengaku kuota BBM subsidi mereka habis meski belum melakukan pengisian di SPBU.
ADVERTISEMENT
“Untuk meningkatkan keamanan data dan mencegah penyalahgunaan kuota BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab kami sarankan untuk melakukan reset QR Code Subsidi Tepat secara berkala,” kata Ahad, Sabtu (9/5/2026).
Ahad menegaskan, salah satu modus yang sering terjadi adalah penggunaan barcode oleh pihak lain, terutama pada kendaraan bekas yang nomor polisinya sudah berpindah tangan. Untuk mengatasi hal ini, masyarakat dapat melakukan reset QR Code melalui helpdesk Pertamina yang tersedia di SPBU. Jika mengalami kendala, Ahad mengimbau masyarakat untuk menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.
“Kalau ada kendala, bisa sampaikan ke kita atau Pertamina Contact Center di 135,” ujarnya.
Selain itu, Ahad juga mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan membagikan barcode BBM subsidi kepada orang lain, karena hal itu berpotensi disalahgunakan. Pertamina, lanjutnya, menegaskan sanksi tegas bagi pelanggaran di lembaga penyalur Pertamina.
“Pertamina sudah jelas dan tegas atas sanksi yang diberlakukan jika terdapat pelanggaran di lembaga penyalur Pertamina,” ucapnya.
Kasus penyalahgunaan ini mencuat setelah Polda Nusa Tenggara Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dengan modus menggunakan QR Code milik orang lain. Dalam pengungkapan tersebut, sekitar 40 orang berpotensi menjadi tersangka dalam kasus ini. Sementara itu, warga di Kota Kupang juga melaporkan kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena kuota pengisian disebut telah melewati batas, meskipun kendaraan mereka belum mengisi. *