Ekonomi

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Sentuh Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

TriasPolitica.net

04 June 2026 10:34 • 1,751 view

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Sentuh Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Foto: Nilai tukar rupiah kembali tertekan. (Google Flow AI)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan berat pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda dilaporkan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS dan bergerak di kisaran Rp18.050–Rp18.100 per dolar AS pada sesi perdagangan pagi, Kamis 4 Juni 2026.


Pelemahan tersebut menjadikan rupiah berada di level terendah sepanjang sejarah dan menandai berlanjutnya tekanan yang telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar global masih cenderung memburu dolar AS sebagai aset aman (safe haven) di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.

ADVERTISEMENT


Kondisi ini diperparah oleh penguatan indeks dolar AS (DXY) yang masih bertahan di level tinggi. Akibatnya, mayoritas mata uang negara berkembang mengalami tekanan, termasuk rupiah yang menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia.


Dari sisi domestik, kekhawatiran investor terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kebutuhan impor, serta keluarnya sebagian dana asing dari pasar keuangan Indonesia turut memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.


Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa bank sentral terus melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga kepercayaan pasar dan mengurangi volatilitas nilai tukar. Bank Indonesia juga menegaskan akan terus berada di pasar valuta asing guna memastikan stabilitas sistem keuangan nasional.


Sejumlah anggota DPR meminta pemerintah dan Bank Indonesia mengambil langkah yang lebih agresif untuk meredam tekanan terhadap rupiah. Mereka menilai pelemahan yang telah menembus level Rp18.000 per dolar AS berpotensi meningkatkan biaya impor, menekan daya beli masyarakat, dan memicu kenaikan harga sejumlah barang.


Ekonom menilai arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga AS, serta dinamika geopolitik internasional. Jika sentimen negatif masih berlanjut, volatilitas nilai tukar diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.


Meski demikian, pelaku pasar berharap langkah koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia dapat membantu menjaga stabilitas pasar keuangan serta mengembalikan kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!