Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya negara untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu, dalam memperoleh asupan gizi yang layak. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar tidak menjadikan program tersebut sebagai sarana memperkaya diri.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara "Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition" yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat. Acara tersebut dihadiri ribuan peserta yang terdiri atas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, serta berbagai mitra program.
ADVERTISEMENT
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa penyediaan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan merupakan persoalan yang sangat penting dan tidak boleh disalahgunakan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi dalam program MBG yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka.
"Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi," tegas Prabowo.
Selain menyoroti potensi penyimpangan anggaran, Presiden juga mengingatkan agar porsi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tidak dikurangi. Ia mencontohkan menu ayam yang harus dibagi secara wajar dan tidak dipotong berlebihan demi menghemat biaya.
Menurut Prabowo, pengurangan porsi makanan akan merugikan jutaan anak Indonesia yang menjadi sasaran program MBG. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan yang tidak dapat dibenarkan secara moral.
Untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga, Prabowo meminta keterlibatan sekolah dan para guru dalam melakukan pengawasan. Ia mengusulkan agar ukuran porsi makanan dapat dipantau secara acak melalui dokumentasi dan penimbangan sehingga standar yang telah ditetapkan tetap dipenuhi.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti penyajian menu telur dalam program MBG. Ia meminta agar telur disajikan dalam bentuk utuh, baik direbus maupun diceplok, dan tidak diolah menjadi telur dadar.
Menurutnya, penyajian telur dadar berpotensi dicampur dengan bahan lain sehingga kandungan telur yang diterima anak-anak menjadi berkurang. Oleh sebab itu, ia menginstruksikan agar standar penyajian telur dalam program MBG dibuat lebih sederhana dan mudah diawasi.
Arahan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kualitas dan integritas Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda Indonesia.