Berita

Bappelitbangda Sulsel Dorong Inovasi Sekolah Beri Dampak Nyata

Posted by: Hengki

30 July 2026 00:23 WIB

Bappelitbangda Sulsel Dorong Inovasi Sekolah Beri Dampak Nyata
Foto: "Bappelitbangda Sulsel Dorong Sekolah Lahirkan Inovasi Berdampak"

Makassar – Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah. Langkah itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah yang digelar pada 28–29 Juli 2026.


Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Mamminasata Lantai IV, Kantor Bappelitbangda Sulsel.

ADVERTISEMENT


Bimtek mengusung tema "Penguatan Kapasitas Inovasi Daerah untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berorientasi pada Pelayanan Publik."


Tujuannya meningkatkan kemampuan aparatur dalam merancang, mengembangkan, mendokumentasikan, hingga mereplikasi inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.


Sebanyak 38 peserta mengikuti kegiatan tersebut.


Mereka mewakili 19 inovasi daerah dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII serta SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Barru, Kota Parepare, dan Kabupaten Pinrang.


Setiap inovasi diwakili oleh seorang inovator dan seorang administrator.


Peserta berasal dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, SMAN 5 Parepare, SMKN 2 Parepare, SMKN 3 Pinrang, SMAN 9 Pinrang, SMAN 4 Pinrang, SMKN 10 Pinrang, SMAN 10 Pinrang, SMAN 2 Pinrang, SMKN 8 Pinrang, SMAN 7 Pinrang, SMKN 4 Barru, SMAN 4 Barru, SMKN 5 Barru, SMAN 5 Barru, dan SMAN 6 Barru.


Menurut Bappelitbangda Sulsel, inovasi menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah tantangan pembangunan yang terus berkembang.


Mulai dari pemerataan pembangunan, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, hingga transformasi digital pemerintahan membutuhkan solusi yang inovatif.


Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, inovasi juga mampu meningkatkan efisiensi anggaran, memperkuat daya saing daerah, membuka peluang kerja, dan membangun budaya kerja yang kreatif.


Bimtek ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.


Materi disampaikan oleh Dermayana Arsal, S.Hut., M.P., Ph.D., Peneliti Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Inovasi dan Teknologi Bappelitbangda Sulsel.


Sementara pendampingan teknis dilakukan oleh Rosmala Dewi Said, S.T., M.S.P., bersama M. Irfan, S.T., M.Eng., M.URP.


Peserta dibimbing mulai dari proses penginputan inovasi ke aplikasi IGA, penyusunan bukti dukung, hingga verifikasi dokumen sesuai standar nasional.


Dalam pemaparannya, Dermayana Arsal menegaskan bahwa inovasi tidak cukup hanya menghadirkan program baru.


Menurutnya, inovasi harus mampu memberikan perubahan yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.


Ia juga mengingatkan masih banyak inovasi yang belum memperoleh nilai optimal.


Penyebabnya adalah dokumentasi yang belum lengkap, bukti dampak yang belum kuat, serta data pendukung yang belum memenuhi standar penilaian.


Karena itu, penginputan ke aplikasi IGA bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi.


Namun menjadi bagian penting untuk membuktikan kualitas sebuah inovasi.


Selama dua hari, peserta mendapat pendampingan secara intensif.


Mulai dari penyempurnaan dokumen, verifikasi bukti dukung, hingga simulasi penginputan inovasi ke aplikasi IGA.


Salah seorang peserta, Hasby, S.Pd., M.Pd., inovator dari SMAN 4 Barru, mengaku memperoleh pemahaman baru melalui kegiatan tersebut.


Ia menilai inovasi tidak hanya dinilai dari kebaruannya.


Tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan.


"Bimbingan teknis ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Kami memahami bahwa inovasi harus memiliki dampak yang terukur, terdokumentasi dengan baik, mudah direplikasi, dan berkelanjutan. Ini menjadi bekal penting bagi kami dalam menghadirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Hasby.


Menurutnya, inovasi di dunia pendidikan harus mampu meningkatkan mutu layanan pembelajaran.


Inovasi juga harus terus dievaluasi agar manfaatnya dirasakan peserta didik, sekolah, dan masyarakat.


Hasby berharap pendampingan serupa terus dilakukan.


Sebab, kegiatan itu menjadi ruang bagi sekolah untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan memperkuat kolaborasi.


Sementara itu, pendamping inovasi daerah Rosmala Dewi Said menyampaikan apresiasi kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII beserta seluruh sekolah peserta.


Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan keseriusan seluruh peserta selama mengikuti bimbingan teknis.


"Kami mengapresiasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII dan seluruh sekolah yang telah berpartisipasi aktif. Semoga seluruh inovasi dapat terdokumentasi dengan baik, memenuhi indikator penilaian IGA, dan yang terpenting mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan mutu layanan pendidikan," kata Rosmala.


Melalui kegiatan ini, Bappelitbangda Sulsel berharap seluruh inovasi daerah terdokumentasi secara lengkap, didukung data yang valid, serta terinput tepat waktu ke aplikasi IGA.


Harapannya, inovasi tidak berhenti sebagai syarat mengikuti kompetisi.


Tetapi menjadi budaya kerja yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan daerah.


Dengan langkah tersebut, Sulawesi Selatan diharapkan mampu meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah dan meraih hasil terbaik pada Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!